Rembang (5/7) – Tiga Pimpinan Cabang (PC) LDII di Kabupaten Rembang, yakni PC LDII Kecamatan Lasem, Pancur, dan Sluke, berkolaborasi menyelenggarakan Festival Anak Sholih (FAS) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks Masjid dan TPQ Al-Kautsar, Dukuh Pereng, Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7/2026).
Festival yang diikuti sebanyak 175 peserta ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan potensi generasi penerus melalui berbagai perlombaan keagamaan dan kreativitas. Acara dibuka oleh Wanhat DPD LDII Kabupaten Rembang, Drs. H. Edi Winarno, M.Pd., M.Hum.

Dalam arahannya, Edi Winarno menegaskan bahwa regenerasi dan kaderisasi merupakan keniscayaan demi menjaga kesinambungan agama Allah dan kelangsungan peradaban manusia. Ia mengutip pesan sahabat Salman Al-Farisi bahwa kejayaan agama dan peradaban akan tetap terjaga selama generasi muda memiliki semangat menimba ilmu dari generasi yang lebih tua.
“Para ulama dan pendidik memiliki tanggung jawab untuk terus membina generasi penerus dengan ilmu agama dan adab. Sebaliknya, generasi muda harus memiliki semangat belajar sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC LDII Kecamatan Pancur sekaligus tuan rumah, Surindra, S.St.Pi., menyampaikan bahwa lahirnya generasi yang sholih dan sholihah tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur.
Menurutnya, terdapat lima elemen penting yang berperan dalam mencetak generasi penerus, yaitu para kiai atau ulama, pengurus masjid dan lembaga pendidikan keagamaan, orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga, para mubaligh, ustaz, ustazah dan guru mengaji, serta para praktisi dan pakar pendidikan.
Ketua Panitia FAS, Choirudin, anggota Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPD LDII Kabupaten Rembang, menjelaskan bahwa FAS 2026 mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul yang Profesional Religius, Sholih-Sholihah, dan Sukses Dunia Akhirat.”
Ia menjelaskan, peserta mengikuti beragam cabang perlombaan, di antaranya membaca metode Tilawati, menulis Pegon, adzan, tahfidz Al-Qur’an, dai cilik (Dacil), cerdas cermat, mewarnai, dan kaligrafi.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi hasil pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025–2026, membangun kepercayaan diri, mengembangkan bakat dan minat, serta mempererat silaturahim antargenerasi penerus maupun seluruh pihak yang terlibat,” jelas Choirudin.
Pada kesempatan yang sama, Wanhat PC LDII Kecamatan Sluke, Drs. H. Sugiyanto, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Anak Sholih 2026. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembinaan generasi penerus tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya tiga karakter utama, yakni alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
“Generasi penerus diharapkan memiliki semangat menuntut ilmu, mampu memahami serta mengamalkannya, berakhlak mulia, sekaligus memiliki keterampilan untuk menghadapi kehidupan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Sugiyanto memanjatkan doa agar seluruh rangkaian Festival Anak Sholih 2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta serta masyarakat.
Melalui Festival Anak Sholih 2026, LDII Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya dalam membina generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berkarakter luhur, percaya diri, dan siap menjadi generasi profesional religius yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.




